Senin, 20 Mei 2013

Teknologi Game (RPG)


Pada artikel ke empat ini saya akan mencoba mereview tentang Teknologi Game khususnya “RPG (Role Playing Game)”

RPG (Role Playing Game)

Inti dari game RPG adalah kita memainkan peran tokoh khayalan yang biasanya merupakan tokoh utama dari game tersebut. Tokoh atau karakter yang kita mainkan ini dapat berubah dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya menjadi semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll. Yang membedakan game RPG dengan game/permainan lainnya adalah game RPG mengajak para pemainnya untuk menggunakan imajinasi mereka untuk menentukan arah dan hasil akhir dari game tersebut. Game ini biasanya lebih mengarah ke kolaborasi social daripada kompetisi. Sehingga pada umumnya para pemainnya tergabung dalam satu kelompok.
Game RPG terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • LARP (Live-Action Role-Playing)
permainan RPG di mana para pemain bisa melakukan gerakan fisik tokohnya oleh si pemain sendiri, biasanya para pemain memakai kostum dan menggunakan alat-alat yang sesuai dengan tokoh, dunia dan cerita yang dia mainkan.
  • MMORPG(Massively Multiplayer Online Role-Playing Game)
adalah permainan role-playing game (RPG) yang melibatkan ribuan pemain untuk bermain bersama dalam dunia maya yang terus berkembang pada saatyang sama melalui media internet dan jaringan. Salah satu contoh dari game RPG yang saya bahas di artikel ini adalah Harvest Moon. Saya mengambil artikel tentang Harvest Moon ini dari http://tukangreview.com/category/game/retro/ karena menurut saya sudah cukup lengkap pembahasan tentang Harvest Moon yang ada disana.
(Review Ditulis Di Tahun 2004)

Sejarah Harvest Moon pertama kali berawal di dunia SNES. Game yang di Jepang bernama Bokojou Monogatari ini langsung menangkap perhatian para gamer di Jepang karena gameplaynya yang unik dan orisinil. Hanya saja, Harvest Moon pertama tidak sempat dikenal oleh kalangan luas karena dirilis pada akhir masa hidup console SNES. Lebih ironis lagi adalah ketika ia masuk ke US pada tahun 1997 ketika semua orang tengah tergila-gila akan kedahsyatan Playstation.

Harvest Moon mencapai masa jayanya di Indonesia (juga dunia) ketika seri pertamanya dirilis untuk Playstation. Dengan tajuk Harvest Moon: Back to Nature, game ini menampilkan apa yang nampaknya sangat digemari oleh para wanita (juga pria) di Indonesia; sebuah game simulasi pertanian dengan tampilan yang imut – dengan tambahan unsur love simulation dalamnya! Harvest Moon: Back to Nature pun menjadi salah satu versi tersukses dalam seri ini yang membuat Natsume tergiur untuk meremake dan merilisnya dalam versi portable di GBA. Bagaimana performanya?

Konsep portable yang diusung oleh GBA ternyata mampu mewujudkan sebuah dunia Harvest Moon yang sangat dinamis. Versi GBA dari Harvest Moon memang memotong sedikit dari versi Playstationnya (disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dari cartridge mungil GBA), toh hal tersebut ditebus dengan sebuah iming-iming yang menggiurkan, yakni membawa peternakan kita ke manapun di saku kita! Bayangkan: kalian sedang bosan di perjalanan tanpa kerjaan, dan kita bisa langsung menanam dan berkencan. Melanglang buana ke dunia pertanian kita sendiri di Mineral Town!

Gameplay dari Harvest Moon sebenarnya masih sama. Kita dituntut untuk menanam berbagai macam sayur mayur di ladang kita, merawat ternak kita, memetik hasilnya, dan menggaet salah satu dari 5 gadis yang tersedia (6 kalau kita menghitung 1 gadis spesial) sebagai istri kita. Nampak membosankan? Jangan salah. Bila kita memang menggemari permainan bertipe simulasi, Harvest Moon akan memuaskan kebutuhan kita. Kita tidak hanya dituntut untuk berkutat di tempat pertanian kita – tetapi juga untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan berbagai karakter di kota kita.

Semula, kita mungkin akan sangat direpotkan dengan tugas ini dan itu dalam keseharian kita. Tetapi bila kita bersabar dan terus menjalin relasi baik dengan para sprites, maka dalam waktu singkat kita akan mendapat banyak pembantu yang siap bekerja bagi kita. Setelah memeras keringat dalam Spring, Summer, dan Fall (Autumn), maka dalam Winter kita bisa menuai hasilnya dan mulai bersenang-senang dan mencurahkan waktu untuk menarik perhatian gadis yang kita sukai. Semuanya bebas sesuai kehendak kita!

Untuk urusan grafis dan suaranya, mungkin Harvest Moon bukanlah yang terunggul dalam bidangnya. Masih ada Golden Sun ataupun Lunar Legends misalnya yang memiliki grafis 2D maupun semi 3D yang lebih mumpuni. Toh, itu tidak berarti Harvest Moon memiliki grafis yang jelek. Hampir keseluruhan dari grafisnya berasal dari game originalnya – dengan penurunan kualitas yang tidak berarti. Suara dalam Harvest Moon adalah kelemahan utama dalam game ini. Sangat repetitif dan membosankan. Bisa jadi ini adalah satu-satunya hal yang menganggu dalam memainkan game ini. Mendengarkan sebuah lagu yang sama berulang-ulang selama 30 hari (hampir 10 jam) sebelum berganti musik yang lain? Membosankan bukan? Oh, dan setelah satu tahun berlalu – bersiaplah untuk mendengarkan serangkaian lagu yang sama kembali.

Replayability dalam memainkan game ini tergantung dari diri kita sendiri. Kita lebih suka membangun segala sesuatu dari awal? Game ini memiliki replay value yang sangat tinggi bila demikian. Kita bisa terus mencoba new game dan mendapatkan kondisi pertanian yang berbeda. Walau prinsip kita untuk mencapai kesejahteraan sejatinya sama, kita bisa menggunakan berbagai variasi yang berbeda untuk melakukannya. Mungkin sekarang kita ingin memfokuskan menjadi seorang peternak, penambang, atau bahkan penangkap ikan ketimbang seorang petani? Atau kita sudah bosan dengan istri kita dan ingin memulai dari awal untuk mencari wanita idaman lain? Pilihannya ada di tangan kita!

Sebaliknya, bagi kita yang ingin terus melanjutkan apa yang kita bina, game ini tetap bisa berlangsung selamanya. Ending dari game ini adalah ketika kita menikah dan istri kita menetap di rumah bersama kita. Kita tetap bisa meneruskan pertanian kita dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia: memiliki seorang anak. Tentu saja ada tambahan-tambahan minor lainnya yang bisa membuat kita terus memainkan game ini, mencari uang, dan berkunjung ke Mineral Town kapanpun kita mau. It’s like your second home once you get addicted!

Secara keseluruhan, Harvest Moon: Friends of Mineral Town adalah sebuah game yang sangat unik. Keseluruhan pengalaman yang ditawarkan mengenai kehidupan di peternakan yang damai masih saja resep yang sukses untuk membuat orang memainkannya. Saya sangat merekomendasikannya kepada kita yang menyukai game bertipe simulasi. Sekali kita ketagihan, game ini akan menyedot waktu kita sampai berpuluh-puluh jam. (Saya harus kecanduan selama 80 jam sebelum akhirnya bisa berhenti memainkan game ini).

Final Verdict
Gameplay: 8.0
Graphic: 7.0
Sound: 5.0
Replayability & Value: 9.0
Overall: 7.5
Game Details
Developer: Marvelous Interactive
Publisher Natsume Co
Genre: Simulation

               http://gameprogramming.blog.ittelkom.ac.id
               http://g2hcombro.wordpress.com

Sejarah Perkembangan Games


Pada artikel ketiga ini saya ingin membahas tentang “Sejarah Perkembangan Games”. Generasi game pertama muncul dari ATARI 2600
merupakan konsole game pertama yhang sukses di mansanya atari 2600 ini dirilis pada oktober 1977, setelah sukses pada generasi pertama atari tidak menyerah sampai disitu saja untuk memajukan dunia game elektronik pada generasi kedua muncullah atari 7800 konsol ini dirilis pada juni 1986 pada atari 7800 ini ada sedikit kemajuan dengan menambahkan joystik sehingga user dapat lebih mudah untuk memainkan konsole game ini.

Lalu setelah Atari 7800 ada NES Nintendo entertaintment System nah inilah konsole permainan pertama kali yang menggunakan 8 bit nah Nintendo ini menghasilkan produk produk game yang lain daripada yang lain salah satu game yang compatible dengan NES ini adalah super mario bros. Setelah NES laris manis dengan super marionya lalu muncul lagi konsole game Sega Mega Drive sega mega drive ini merupakan generasi ke tiga dari dunia game sega menggunakan 16 bit dan dirilis pada tahun 1988.

Kalau tadi Nintendo dikenal dengan super mario brossnya sega juga tidak mau kalah dengan mengeluarkan game sonic the hedhog. Pada generasi ke empat dari sejarah game produksi game semakin menjamur dan berkembang pesat salah satu contoh pada generasi ke empat ini lahirlah playstation merupakan salah satu game konsole terlaris dan menurut saya terbaik di indonesia bahkan di dunia merupakan terobosan baru di dunia game dengan menggunakan 32 bit.

Generasi kelima playstation atau yang lebih akrab kita sebut PS semakin gencar melakukan produksi lainnya yang lebih mutakhir dengan mengeluarkan konsole game PS2 namun pada generasi ke lima ini sangat banyak sekali saingan saingan PS2 ,XBox, sega Saturn, Dreamcast, dari generasi kelima ini sudah mulai banyak perusahaan perusahaan yang memproduksi konsole game. Generasi sekarang, pada tahun ini sudah banyak sekali konsole game menjamur di dunia PS juga masih terus mengembangkan sistemnya dengan mengeluarkan PS3, Xbox juga mengeluarkan XBOX 360, lalu Nintendo juga mengeluarkan WII. Setelah kita melihat perkembangan game dari generasi pertama sampai generasi sekarang perkembangan game sangat cepat sekali berkembang, bahkan sekarang lagi dikembangkan game yang menggunakan kacamata khusus sehingga user dapat terhisap masuk kedalamnya.

KONSEP DASAR GAME

Ada 2 cara yang dapat digunakan dalam membuat game, yaitu :
  1. Dengan membuat sendiri program yang akan digunakan untuk membuat game ( umumnya professional game developer yang menggunakan cara ini).
  2. Dengan menggunakan program jadi yang tinggal kita gunakan.
    Untuk membuat program sendiri tidak akan kita bahas disini karena tujuan penulisan ini adalah untuk amateur game developer , tapi sekedar pengetahuan saja, untuk membuat program sendiri kita harus memahami bahasa pemrograman , dan untuk membuat program sendiri, kita dapat menggunakan “Visual Basic”, “C++”,dll.
Saat ini sudah ada banyak aplikasi untuk membuat game. Diantaranya ada juga yang Freeware (gratisan) untuk di download&install. Beberapa aplikasi yang akan kita bahasa adalah:

1. Game Maker

Game maker merupakan suatu program yang bisa dikatakan cukup simple dan mudah untuk digunakan. Dengan program ini anda dapat menciptakan game jenis apa saja yang anda inginkan seperti: racing, action, fighting, rpg, adventure, puzzle, tactic, simulation, dll. Program ini lebih focus pada game berjenis 2D tetapi program ini juga menyediakan feature yang memungkinkan anda untuk membuat game jenis 3D, namun anda tidak bisa membuat game sekelas “Halo”, ”Empire Earth”, “Need for Speed”, dengan program ini. 

Karena feature 3D yang diberikan hanya untuk membuat game 3D yang sederhana. Script yang dipakai adalah GML (Game Maker Language) yang juga bisa dipadukan dengan programming language seperti Delphi,C,dan sebagainya,hal ini bisa dilakukan dalam kapasitas penggunaan DLL (Dynamic Link Library,berupa semacam plugin yang mengandung fungsi-fungsi yang tidak dimiliki oleh GameMaker).




2. RPG MAKER (R.M)

R.M merupakan program yang difokuskan untuk membuat game bertipe R.P.G (Role Playing Game).Program ini bisa dikatakan cukup mudah untuk dipahami, karena dilengkapi dengan tools-tools yang bisa dibilang tidak terlalu rumit. Umumnya banyak orang-orang yang mulai membuat game karena kecintaanya dengan dunia R.P.G, Misalkan setelah bermain “Suikoden “ atau “Final Fantasy”,seseorang merasa ingin membuat game R.P.G. serupa. mungkin anda salah satu dari orang –orang itu, jadi anda bisa mulai mencari program ini. Sebab dengan program ini anda dapat membuat game R.P.G sebebas-bebas mungkin. Script yang dipakai dalam RPGmaker XP adalah RGSS (Ruby Game Scripting System, sebuah system script turunan dari bahasa Ruby) sementara untuk RPGmaker terbaru (RPGmaker VX) yang dipakai adalah pengembangan dari RGSS, yaitu RGSS2.




3.AGS( Adventure Game Studio)

AGS adalah program yang khusus untuk membuat game bertipe “point and click”. Mungkin sebagian dari anda ada yang tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan “point and click”. Point and click adalah jenis game yang umumnya bertipe adventure atau puzzle. Game bertipe ini dimainkan dengan menggunakan mouse sebagai penentu arah bagi karakter, game bertipe ini sendiri sempat meledak dan mengalahkan game console “Atari”, ketika awal kebangkitan game PC. Contoh –contoh game bertipe point and click adalah: Clock Tower ( playstation one), Broken Sword, Monkey Island ,Day of the Tentacle.Jadi bagi anda yang penasaran atau hobi membuat cerita petualangan atau fiksi ilmiah dan ingin membuat cerita tsb menjadi game , anda bisa menggunakan program ini.




4. Macromedia Flash (Sekarang Adobe Flash)

Mungkin sudah banyak orang yang tahu tentang program yang satu ini. Program ini sebetulnya digunakan untuk membuat presentasi atau mendisain web. Namun selain itu dengan sedikit kreatifitas anda dapat membuat game sederhana dengan program ini. Sebab program ini tidak ditujukan untuk membuat game yang berat.




Macromedia Flash

Program yang satu ini ditujukan untuk membuat game-game bertipe 3D ataupun 2D. Namun program ini lebih dikhususkan untuk membuat game bertipe 3D. Tapi untuk tambahan , program ini bisa dikatakan cukup sulit digunakan bagi anda yang belum memiliki pemahaman dasar tentang 3D maupun tentang membuat game. Kelebihan dari program ini adalah , anda dapat membuat game sekelas dengan “Medal of Honor”, “Onimusha” , “ Prince of Persia”, “Ghost Recon”, ”Grand Theft Auto”, dll . 


3D Game Studio

Dalam 3D Game Studio terdapat 3 program utama, yaitu:

-  MED (Model Editor) – Program yang berfungsi sebagai editor model bagi 3D Game Studio

-  SED (Script Editor) – Sebagai pengolah script dalam 3D Game Studio,script standar yang dipakai adalah C-Script dan Lite C.

-  WED (Level Editor) – Sebagai pengolah level/area permainan bagi 3D Game Studio.
Itu adalah sedikit dari sekian banyaknya program yang dapat anda gunakan. Masih banyak program-program lainnya yang dapat anda gunakan untuk membuat game.


LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN GAME

Dalam membuat game kita harus memahami konsep dari game yang akan kita buat.Tidak mungkin kita membuat game tanpa ada konsep ibarat membabi buta. Konsep merupakan bagian yang paling penting, sebab disinilah anda menentukan game apa yang anda ingin buat , R.P.G. , Adventure , Action, atau apa? Setelah pembuatan konsep kita akan mengikuti langkah-langkah selanjutnya , tergantung dari game yang akan dibuat , game 2D sederhana, game 2D besar, game 3d sederhana, atau game 3d besar. Anda dapat melihat bagan konsep dibawah ini.


1.Bagan konsep game 2D sederhana.




2.Bagan konsep game 2D sedang/besar.




3.Bagan konsep game 3D sederhana.




4.Bagan konsep game 3D sedang/besar.


        Untuk tambahan, mungkin bagi anda yang tidak tahu apa arti dari “bug” akan bertanya-tanya , apakah itu serangga? Tidak , yang dimaksud “bug” disini adalah kesalahan yang terdapat dalam game. Dalam game yang berukuran sedang/ besar( tidak dilihat dari segi besarnya ukuran file, tetapi dari segi cerita,gameplay,durasi, kualitas gambar,dll) , sangat besar kemungkinan akan adanya kesalahan dalam game. Oleh karena itu sangat disarankan untuk mengecek ulang atau kalau perlu meminta bantuan teman atau kenalan untuk mencoba memainkan dan mencari kesalahan yang ada.


Sumber : 
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/perkembangan-teknologi-game-beserta-dampaknya-terhadap-generasi-muda
http://gameprogramming.blog.ittelkom.ac.id 
http://en.wikipedia.org 
http://g2hcombro.wordpress.com