Sabtu, 29 Desember 2012

Fungsi Aplikasi Blender



     Pada matakuliah softskill tugas kedua yang diberikan adalah mahasiswa menjelaskan fungsi aplikasi yang digunakan. nahh pada tugas ini saya menggunakan aplikasi "Blender" untuk membuat sebuah animasi.
Blender adalah program visualisasi 3D yang mempunyai fitur cukup lengkap. Kalau anda tidak asing dengan 3DS MAx, Maya, Cinema 4D atau aplikasi 3d lainnya, maka kita akan mempunyai gambaran tentang apa itu Blender, karena kurang lebih fungsinya sama saja.
Ini adalah salah satu contoh animasi atau karakter yang di buat dengan aplikasi blender:



           
         Ya, seperti itulah yang bisa anda buat di Blender. membuat karakter, animasi maupun simulasi bisa dibuat dengan program Blender ini. Dan yang lebih hebat  lagi, Blender ini gratis. Anda bisa langsung mendownloadnya dari situs Blender.org tanpa bayar, registrasi. Program ini sangat cocok untuk pembuat film, game, arsitektur, ilustrator, dan masih banyak lagi karena Blender mempunyai fitur yang sangat lengkap. mulai dari modeling, rendering,
sebenarnya, dalam produksi dibutuhkan beberapa package: modeling, tekstur, animasi dan kompusiting.

Blender adalah aplikasi untuk membuat gambar 3D bisa dibuat untuk membuat film dan lain-lain. Berikut ini adalah fungsi-fungsi beserta cara menggunakan aplikasi blender ini :

Fungsi Rotasi

    Pada umumnya software 3D itu sama, ada beberapa hal/tolls penting dalam 3D yang umumnya ada di semua software. mengenali software 3D. untuk mengenali software 3D tentu yang pertama kali adalah mengenali tampilan dan tools yang ada dalam software 3D. tapi bingung kan?.. jelas soalnya banyak tombol di situ, maka kenali duli tool utamanya.

  • Axis & Transformation tools
     Pemahaman ruang merupakan kunci utama dalam penguasaan bidang 3D. Salah satu element utama didalamnnya adalah Axis atau sumbu koordinat system (X,Y,Z). Sumbu inilah yang dijadikan sebagai kompas penunjuk arah bagi setiap komponen objek pada suatu ruang dan perubahan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan transformasi (move,rotate,scale) sebagai element toolsnya.

Axis System 
      dalah perwakilan suatu arah ruang dalam aplikasi 3D yang diwakilkan dengan Sumbu X, Y ,dan Z

- Sumbu X, Y ,dan Z

 
3D transformation


  Control yang terdiri dari control gerak, cotrol rotasi, dan control     skala yang ada pada aplikasi 3D, Yaitu :
- Move
- Rotate
- Scale

Coordinat System   

     Jenis sistem kordinat dalam tampilan 3D viewport dalam aplikasi 3D yang terbagi atas beberapa jenis antara lain Global, local, normal, dan view
- Global
- local
- normal
- view

 



Fungsi Extrude

Extrude adalah menggandakan objek agar bisa membentuk suatu bentuk yang di inginkan

Pertama ganti object mode menjadi "Edit Mode"


Ganti Vertex mode menjadi "Face Select Mode" disamping tulisan "Global"



Lalu pilih salah satu sisi dari kubus dan tekan E lalu tarik


 
Fungsi Pemotongan Objek

Fungsi dari pemotongan objek ini adalah untuk kita dapat membentuk suatu objek yang kita inginkan,agar lebih rapih dan mudah

Pertama masuk "Edit mode" lalu tekan tombol ctrl+R dan pilih posisi potongan pada objek


 
Lalu jika sudah dipotong salah satu objek dapat di perpanjang menggunakan "Extrude" contohnya dapat di lihat seperti pada gambar dibawah ini : 


Saya akan menunjukan hasil karya saya dengan menggunakan cara-cara di atas, dan hasilnya seperti ini :



Hanya sedikit fungsi aplikasi blender yang saya bisa jelaskan dalam tugas ke 2 matakuliah softskill, kurang lebih nya mohon dimaklumin. Terima kasih :)


Minggu, 07 Oktober 2012

Makalah Tentang Design Pemodelan Grafis


Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga tersusunnya tugas makalah ini. 

Dalam tugas ini yang akan saya bahas adalah tentang pemodelan desain grafik. Didalam menyelesaikan makalah ini, saya menyadari masih banyak kekurangannya, untuk itu penyusun mengharapkan tegur, sapa atau kritik demi perbaikan yang akan datang.  

Saya pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama dosen softskill saya Ibu Yuli Maharetta yang telah membimbing dan menjelaskan demi tercapainya penyelesaian tugas makalah ini.
      


                           Jakarta, 6 oktober 2012


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

           Didalam desain permodelan grafis terdapat berbagai macam macam masalah dibidang ilmu pengetahuan seperti pringsip didalam desain permodelan grafis itu sendiri yaitu Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (”proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.  

 

B. Tujuan 

 

     Tujuan yang akan dibahas didalam makalah ini adalah mengetahui tentang  :

  - Pengertian desain permodelan grafis

 

 

BAB II

ISI

 

 

          Sebelum masuk dalam pengertian design pemodelan grafik ada baiknya kita mengetahui satu persatu dari setiap kata design pemodelan grafik tersebut.
Kata pertama adalah
“Desain”, kalimat desain memiliki banyak arti, bagi saya design itu adalah visualisasi dari seni dan pengekspresian dari kecerdasan pikiran manusia dapat berupa rupa, bentuk, maupun visualisasi nyata dengan proses yang menghasilkan sesuatu yang lebih berguna misalnya adalah sebuah daur ulang kaos olahraga yang terbuat dari daur ulang botol minuman yang berbahan plastik yang pasti dari daur ulang ini menghasilkan barang yang lebih berharga baik dari segi ekonomis maupun bentuk. 

 

  Selanjutnya adalah “pemodelan”, model dapat berarti sesuatu yang menjelaskan sebuah objek, sistem maupun konsep yang dapat berupa bentuk fisik, visualisasi maupun rumusan matematis dan kalimat  pemodelan dapat berarti penerapannya dalam dunia nyata, dapat di jadikan tolak ukur maupun resensi.

 

    Dan kata terakhir adalah dari “grafik”, itu sendiri dapat mengacu  pada gambar, garis, lingkaran, lengkungan yang bergabung menjadi satu membentuk sebuah bangun atau pencitraan baik 1, 2,maupun 3 dimensi atau lebih. Secara artis luas Desain Pemodelan Grafik adalah visualisasi atau pengekspresian nyata dengan proses baik berupa fisik, visualisasi yang berupa gambar, garis, ataupun bentuk lainnya yang bergabung dan membentuk untuk menjadi sesuatu yang lebih berharga. Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan proses dalam industri kimia.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN 

 

       Jadi dalam design pemodelan grafis ini adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang membuat dan menciptakan obyek baru berupa seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya yang direkayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal untuk pembuatan, penyimpanan, dan manipulasi model dan citra. Wadah untuk mempermudah kita melakukan sebuah pekerjaan yang memungkinkan suatu objek itu untuk di design secara visual, guna mempermudah dan memperindah suatu objek tersebut. Objek tersebut terlihat dalam bentuk 3D, dalam bentuk inilah akan terlihat seperti nyata.


SARAN

 

Untuk memahami suatu design pemodelan grafis, ada baiknya kita lebih memahami katagori-katagori dari design pemodelan grafis tersebut. Dan ditekankan untuk mempelajari apa itu design pemodelan grafis. Terima Kasih.

 

 

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Desain 

mahasiswabelajar.wordpress.com 

http://id.wikipedia.org/wiki/Model 

http://ilhamsk.com/desain-pemodelan-grafik/  

lauthfi.wordpress.com

 

Selasa, 19 Juni 2012

Perbedaan dari Free Software dengan Open Source

Dalam dunia software, istilah free software lebih dimaknai sebagai “perangkat lunak bebas” ketimbang “perangkat lunak gratis”. Alasannya, istilah “gratis” biasanya hanya mengacu pada harga, bukannya kebebasan. Kebebasan dalam hal ini meliputi kebebasan untuk menjalankan suatu program untuk tujuan apa saja, kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat membantu sesama pengguna, dan yang terakhir adalah kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Untuk mewujudkan semua itu, setiap perangkat lunak yang dinyatakan sebagai perangkat lunak bebas wajib disebarluaskan dibawah lisensi General Public License (GPL).
Konsekuensinya, agar dapat disebut sebagai perangkat lunak bebas (free software), sebuah perangkat lunak harus menyediakan kode sumber (source-code) yang dapat diakses dan dimodifikasi oleh penggunanya. Yang disebut dengan kode sumber disini adalah kode-kode dalam bahasa pemrograman yang membentuk perangkat lunak bersangkutan sebelum perangkat lunak tersebut di-compile. Perangkat lunak semacam ini lantas disebut sebagai perangkat lunak open source. Free software tidak sama dengan perangkat lunak shareware maupun freeware. Walaupun tersedia secara gratis, shareware dan freeware jelas bukan perangkat lunak bebas. 
Para pembuat shareware sebenarnya sama sekali tidak berniat untuk menggratiskan software buatannya. Mereka cuma memberi kesempatan kepada user untuk mencoba selama periode tertentu untuk kemudian memutuskan apakah akan membeli versi komersialnya atau sama sekali tidak menggunakan program tersebut. Sementara itu, para pembuat freeware memang menggratiskan program buatannya, tapi mereka rata-rata tidak menyediakan source code, yang berarti mereka tidak menyediakan akses bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi terhadap program untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Ini jelas bertentangan dengan prinsip perangkat lunak yang sudah disinggung diatas.

Open Source dan Free Software

Satu hal yang sering rancu adalah pengertian antara open source dan free software (perangkat lunak bebas). Kadang-kadang kita menemui kedua istilah ini dicampur adukkan, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.Boleh-boleh saja sebuah perangkat lunak open source diaku sebagai free software, tapi masalahnya bukan apakah kode sumber dibuka atau tidak, tapi lebih dari itu, apakah kode itu tersedia secara bebas atau tidak. FreeBSD misalnya, adalah perangkat lunak open source, tapi bukanlah free software, setidaknya kalau kita mengacu pada definisi GPL. Ini karena walaupun kode sumber untuk FreeBSD memang tersedia, namun hanya untuk kalangan terbatas. Kode ini juga tidak bebas untuk dikembangkan sesuka hati oleh penggunanya. Ketersediaan kode sumber disini sebenarnya semata-mata untuk alasan kemudahan bagi developer untuk mengembangkan perangkat lunak untuk OS bersangkutan. Sebaliknya, OS semacam Linux adalah free software yang definitif karena kode sumbernya selain terbuka, juga dapat dimodifikasi maupun ditingkatkan oleh penggunanya sendiri (bukan hanya untuk developer).
Di pihak lain, walaupun sifatnya “free”, ini tidak berarti selamanya Linux tersedia secara gratis, karena beberapa paket distrubusi (distro) Linux dikemas sebagai paket komersial dimana pengguna harus membayar biaya lisensi untuk bisa menggunakannya secara legal. Sebaliknya, FreeBSD yang walaupun bukan free software, justeru tersedia secara gratis untuk digunakan oleh siapa saja tanpa perlu dipusingkan soal lisensi. Proyek GNU bentukan Richard Stallman merupakan contoh yang relevan dari perangkat lunak bebas. Stallman mulai mencanangkan gerakan software bebas (free software movement) pada 1983, saat ia mengumumkan rencananya untuk menulis software kompatibel UNIX yang disebut GNU (yang merupakan akronim rekursif dari GNU’s Not UNIX) dan mengedarkannya secara gratis untuk publik.
Sebagaimana FreeBSD yang merupakan pengembangan dari keluarga Unix BSD, maka OS Linux yang populer itu sebenarnya merupakan turunan yang paling populer dari GNU. Linux Torvalds menciptakan Linux sebagai sebuah kernel dari GNU. Karenanya, walaupun sistem operasi buatannya ini sering dirujuk sebagai “Linux” saja, sebetulnya ia lebih tepat jika disebut sebagai sistem GNU/Linux. Dilain pihak, kernel GNU yang ditulis oleh Stallman – disebut Hurd, atau tepatnya GNU/Hurd – sampai saat ini masih dikembangkan dan belum kunjung selesai.

OSI dan FSF

Ketersediaan kode sumber untuk diakses publik tidak serta merta membuat suatu software berhak menyandang sebutan open source. Ini kalau kita menggunakan definisi open source versi Open Source Initiative (OSI), sebuah lembaga nonprofit. Definisi formal dari open source menurut versi OSI diantaranya adalah, apabila setiap orang memiliki hak untuk memodifikasi dan me-redistribusi kode program berikut program jadinya.
Definisi OSI ini sebenarnya secara umum sama dengan definisi free software dari Free Software Foundation (FSF) bentukan Richard Stallman, yang diwujudkan dalam apa yang disebut sebagai General Public License (GPL) itu. Sebagai informasi, FSF adalah organisasi utama dimana proyek GNU bernaung. Sebagai sebuah organisasi nirlaba, FSF memiliki misi untuk menciptakan Perangkat Lunak Bebas dalam artian bebas untuk digunakan, dipelajari, disalin, diubah, dan diedarkan, serta untuk membela hak para pengguna perangkat lunak bebas. OSI sendiri akhirnya memisah dari FSF pada 1998, saat mana mereka mulai mengadopsi label open source. Alasannya adalah karena terminologi open source dianggap kurang bermuatan ideologis ketimbang free software. Kelompok ini meyakini bahwa frase open source memiliki daya tarik yang lebih besar bagi kalangan bisnis, kendati sebenarnya software tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang kurang lebih serupa seperti model pengembangan pada FSF. Sejak itu pula, kedua gerakan ini memisah secara filosofi. OSI cenderung menempatkan diri dalam kaitan pengembangan software, sedangkan FSF memposisikan kelompoknya sebagai sebuah gerakan sosial.

Jadi, Kesimpulannya adalah istilah free software maupun open source sebenarnya tidak berkorelasi langsung dengan masalah harga. Ini cuma persoalan ketersediaan kode sumber dan bagaimana hak pengguna terhadap kode sumber bersangkutan. Untuk ukuran pengguna kebanyakan (bukan programmer atau developer), urusan ini jelas bukan sesuatu yang signifikan. Memang perbedaan antara Free Software dan Open Source adalah pada kriteria lisensinya. Umumnya lisensi Free Software memiliki kriteria yang lebih ketat (tapi tidak terbatas pada GPL saja ataupun GPL-compatible). Contoh FreeBSD sebaiknya diganti karena lisensi FreeBSD masih termasuk ke dalam kategori Free Software. Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.

Referensi :
http://warok.web.id/pengertian-free-software-dan-open-source-software/